Tingkatkan Produktivitas Sawit Dimasa Depan Dengan Replanting

26 August 2021 (1 year ago) 486 Viewers

 

Dalam beberapa tahun terakhir penggunaan minyak nabati terutama sawit semakin masif, tidak hanya untuk pangan tetapi juga oleokimia dan biofuel. harganya pun saat ini sedang baik sehingga banyak negara yang mulai membuka diri untuk melakukan budidaya kelapa sawit di negaranya.

Seperti yang kita ketahui bersama tanaman kelapa sawit memiliki siklus yang secara ekonomis bisa sampai berumur 25 tahun, banyak perusahaan yang melakukan replanting ketika mencapai umur tersebut dan juga ada yang masih mempertahankannya karena dianggap masih menguntungkan sambil merencanakan replanting. Emang apasih untungnya replanting ?

Perlu langkah konkret dalam menyikapi hal ini, salah satunya adalah melakukan replanting pada kebun sawit yang sudah mencapai waktunya untuk memperpanjang umur bisnis kelapa sawit. Apalagi karena momentum saat ini tepat karena pemerintah juga sedang melaksanakan peremajaan sawit rakyat dalam rangka menambah produktivitas kebun sawit milik rakyat dengan bahan tanam unggul & mendukung rakyat untuk mengembangkan usaha di bidang sawit.

Selain itu dimasa pandemi yang belum usai, replanting bisa menjadi program pemulihan ekonomi nasional karena dianggap cara ini dapat menyerap tenaga kerja.

Semoga dengan replanting tanaman yang sudah memasuki masanya dapat meningkatkan produktivitas, daya saing dan eksistensi sawit Indonesia dimasa depan.

Bersama Mengukuhkan Perkebunan Berkelanjutan

Informasi Lainnya


Keran Ekspor Nahan Baku Minyak Goreng Dibuka, Ini Alasan Presiden !

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk mencabut larangan ekspor bahan baku minyak goreng termasuk CPO mulai Senin (23/5/2022). Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Jokowi di Kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Kamis (19/5) sore. Presiden mengatakan walaupun ada daerah dengan harga realtif tinggi, tapi ia yakin harganya akan lebih terjangkau dalam beberapa pekan, Selain itu Meskipun ekspor dibuka, pemerintah akan tetap mengawasi dan memantau dengan ketat untuk memastikan pasokan tetap terpenuhi dengan harga terjangkau. Presiden Jokowi juga mengucapkan terima kasih kepada para petani sawit atas pengertian dan dukungan terhadap kebijakan pemerintah yang diambil untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas. “Di sisi lain, mengenai dugaan adanya pelanggaran dan penyelewengan dalam distribusi dan produksi minyak goreng, saya telah memerintahkan aparat hukum kita untuk terus melakukan penyelidikan dan memproses hukum para pelakunya. Saya tidak mau ada yang bermain-main yang dampaknya mempersulit rakyat, merugikan rakyat,” tegasnya.

Pemerintah Melarang Ekspor Semua Produk Turunan Kelapa Sawit ke Luar Negeri.

Minyak kedelai (soyoil) berjangka Amerika Serikat melonjak ke rekor tertinggi, Rabu, setelah Indonesia memperluas larangan ekspor bahan mentah untuk minyak goreng guna memerangi inflasi pangan. Langkah ini secara dramatis memperketat pasokan minyak nabati global yang membuat harga internasional melonjak ketika invasi Rusia ke Ukraina mengambil pasokan minyak bunga matahari Ukraina dari pasar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah melarang ekspor semua produk turunan kelapa sawit ke luar negeri. Baik itu CPO, RPO, RDB Palm Olein, Pome dan Use Coocking Oil. Larangan ini akan berlaku mulai 28 April 2022. Sebelumnya, larangan itu hanya ditetapkan untuk minyak sawit yang dimurnikan, diputihkan, dan dihilangkan baunya. Jagung berjangka juga reli, dengan kontrak yang paling aktif mencapai level tertinggi dalam hampir satu dekade karena prospek cuaca menunjukkan sedikit bantuan dari cuaca dingin dan basah. Harga soyoil berjangka Chicago Board of Trade untuk kontrak pengiriman Juli ditutup melonjak USD2,29 menjadi USD84,72 per pon, demikian laporan Reuters, di Chicago, Rabu (27/4) atau Kamis (28/4) pagi WIB. Kontrak tersebut mencapai puncak tertinggi sepanjang masa di 85,77 pada awal sesi. Sementara itu, kedelai berjangka CBOT untuk kontrak pengiriman Juli ditutup naik USD21 menjadi USD1.692,75 per bushel. Jagung berjangka CBOT Juli menguat USD10,75 menjadi USD812,25 per bushel, setelah kontrak teraktif itu menyentuh level tertinggi sejak Agustus 2012. Gandum berjangka sebagian besar lebih rendah, dengan patokan CBOT Juli turun USD3,75 menjadi USD1.091,25 per bushel.   Refrensi: reuters.com cnbcindonesia.com suara.com

Logo HUT Ke-76 RI: Link Download, Pedoman Penggunaan, hingga Filosofi

Pemerintah telah mengumumkan logo dan tema peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-76 Republik Indonesia (RI). Logo dan tema HUT RI itu diunggah oleh situs resmi Kementerian Sekretariat Negara, 17 Juni 2021. Melalui surat Menteri Sekretaris Negara Nomor B-446/M/S/TU.00.04/06/2021, Mensesneg Pratikno menyampaikan logo dan tema HUT RI itu ke seluruh jajaran pemerintah. Di antaranya kepada pimpinan lembaga, menteri, gubernur Bank Indonesia, jaksa agung, panglima TNI, kapolri, para pimpinan lembaga pemerintah nonkementerian, para pimpinan lembaga nonstruktural, para gubernur, bupati, hingga wali kota di seluruh Indonesia. Nah bagi sobat planters yang membutuhkannya klik disini Di link tersebut terdapat logo, elemen grafis, font, template, beserta karya fotografi untuk melengkapi desain. Terdapat beberapa format logo yang tersedia, yakni AI, EPS, PDF, PNG, dan JPEG. Selain itu ada juga pedoman untuk menggunakan logo HUT ke-76 RI lengkap beserta contoh penerapannya, sehingga memudahkan para desainer dalam menggunakan logo tersebut.  

Satu-satunya Negara Asia di 5 Besar Produsen Kakao

Pantai Gading adalah negara  penghasil biji kakao terbesar di dunia, yang mampu memproduksi lebih dari 2 juta ton. Bahkan, masyarakat Pantai Gading mengandalkan ekspor kakao untuk 40% dari pendapatan ekspor mereka, yang berarti perekonomian nasional mereka sangat bergantung pada harga kakao. Negara ini terletak di kawasan tropis Afrika Barat, dan berpenduduk lebih dari 26 juta, dimana diperkirakan enam juta bekerja di produksi kakao. Tetangga Pantai Gading di sebelah timur, Republik Ghana, adalah pengekspor kakao terbesar kedua. Produksi kakao negara menyumbang 30% dari pendapatan ekspornya. Sekitar 800.000 petani Ghana terlibat langsung dalam budidaya kakao. Indonesia merupakan satu-satunya negara dari lima besar negara penghasil kakao yang tidak berada di Afrika, melainkan berasal dari Asia tenggara. Budidaya kakao di Indonesia adalah industri yang relatif baru. Kakao merupakan salah satu komoditi hasil perkebunan yang mempunyai peran cukup penting dalam kegiatan perekonomian di Indonesia. Indonesia juga merupakan negara produsen dan eksportir kakao terbesa ketiga dunia setelah Ghana dan Pantai Gading. Seperti yang dikutip dari Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Publikasi Statistik Kakao 2019, sebagian besar perkebunan kakao masih diusahakan oleh perkebunan rakyat yang mencapai 98,85 % dari total luasan areal perkebunan kakao di Indonesia. Sementara untuk 5 besar Provinsi produsen kakao di tahun 2019*, empat diantaranya berasal dari Pulau Sulawesi. Pada tahun 2019* Provinsi Sulawesi Tenggara diperkirakan menjadi produsen biji kakao terbesar Indonesia dengan produksi sekitar 137,74 ribu ton atau 17,79 persen dari total produksi Indonesia. Produksi perkebunan kakao di Indonesia menurut provinsi tahun 2019*. Kemudian diikuti secara berurut oleh Provinsi Sulawesi tengah (16%), Sulawesi Selatan (15%), Sulawesi Barat (9%) dan perwakilan Sumatera oleh Provinsi Sumatera Barat 8%. sisanya 33% terebar dari Provinsi Lainnya Kecuali Provinsi DKI Jakarta. Sementara jika dilihat dari produktivitas kilogram per hektar nya di tahun 2019*, perkebunan kakao 3 diantaranya adalah dari Sumatera. Secara berurut 5 provinsi dengan produktivitas di tahun 2019 adalah Sumatera Utara (978 kg/ha), Kalimantan Tengah (909 kg/ha), Lampung (889 kg/ha), Sumatera Barat (825 kg/ha) dan Gorontalo (800 kg/ha). Berkaca dari hal tersebut Sumatera sangat berpeluang dalam mengembangkan perkebunan Kakao, apalagi potensi komoditas ini masih sangat besar mengingat tren konsumsi ketiganya tetap menunjukkan peningkatan di masa pandemi. Disisi lain seperti yang dikutip dari kompas.com, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong peningkatan ekspor produk kopi, teh, dan kakao ke Inggris. Ini sekaligus memanfaatkan peluang usai begara tersebut resmi keluar dari Uni Eropa atau Brexit. Meski demikian, peluang itu dibarengi tantangan yang perlu dihadapi pelaku usaha di Indonesia untuk bisa mengekspor produknya dan terus melakukan improvement kualitas produknya.   Sumber: Badan Pusat Statistik. (2020). Statistik Kakao Indonesia 2019 www.kompas.com www.worldatlas.com www.pertanian.go.id