Pemerintah Tunda Program B40 2021

03 March 2021 (2 years ago) 797 Viewers

 

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk menunda melanjutkan program mandatori biodiesel 30 persen (B30) menjadi biodiesel 40 persen (B40) pada tahun ini.

Semula Program B40 ini akan diterapkan Juli 2021. Penundaan tersebut terkait dengan tingginya harga CPO dan jatuhnya harga BBM. Berkaca pada program B30 tahun lalu, pemerintah mengakui salah satu tantangan yang dihadapi adalah selisih antara harga solar dan biodiesel yang masih cukup tinggi. Makanya, pemerintah masih mengkaji persiapan teknis untuk penerapan program B40 di Indonesia.  Persiapan itu bersamaan dengan pengembangan program B50 hingga B100 yang akan diterapkan di masa mendatang.

Menurut Indeks Komoditas Indonesia (IKI) jika program B40 dijalankan, diperkirakan penggunaan biodiesel di dalam negeri akan meningkat mencapai 15,9 juta kiloliter. Penggunaan biodiesel dibawah program B30 diperkirakan mencapai 9,6 juta kiloliter. IKI juga mengatakan bahwa perlu dilihat terlebih dahulu kemampuan Badan Pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dalam memberikan insentif untuk B40.

Kendati demikian, Kementerian ESDM masih terus melakukan persiapan hal teknis untuk peningkatan program B40, yakni menguji dan meneliti dari kualitas serta spesifikasi biodiesel, persentase kadar air, sampai persentase kontaminan pengotornya.

 

Informasi Lainnya


Panduan Mencari Pekerjaan di Sektor Perkebunan: Langkah Awal Menuju Karir yang Sukses

Berikut adalah panduan mencari pekerjaan di sektor perkebunan: Tentukan bidang dan posisi yang ingin diincar: Sebelum mencari pekerjaan di sektor perkebunan, tentukan bidang atau posisi apa yang ingin diincar, misalnya perkebunan kelapa sawit, karet, teh, atau kopi. Selanjutnya, cari tahu kualifikasi dan persyaratan yang dibutuhkan untuk posisi tersebut. Cari lowongan pekerjaan: Cari lowongan pekerjaan di sektor perkebunan melalui berbagai sumber, seperti situs job portal, media sosial, iklan koran, dan teman atau kenalan yang bekerja di industri perkebunan. Buat surat lamaran dan CV yang baik: Buat surat lamaran dan CV yang menarik dan sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan perkebunan. Pastikan untuk mencantumkan pengalaman dan keterampilan yang relevan dengan posisi yang dilamar. Siapkan diri untuk wawancara: Jika lamaran diterima dan diundang untuk wawancara, siapkan diri dengan baik. Pelajari sebanyak mungkin tentang perusahaan perkebunan tersebut, pertimbangkan pertanyaan yang mungkin ditanyakan, dan jangan lupa untuk berpakaian rapi dan sopan. Pertimbangkan lokasi kerja: Perkebunan biasanya terletak di daerah terpencil atau pedalaman, sehingga pertimbangkan lokasi kerja dan apakah Anda bersedia tinggal jauh dari keluarga atau kota. Perhatikan kondisi kerja dan penghasilan: Perkebunan adalah industri yang mengharuskan pekerja untuk bekerja di bawah terik matahari dan lingkungan yang keras. Perhatikan kondisi kerja dan upah yang ditawarkan oleh perusahaan perkebunan tersebut. Patuhi prosedur dan aturan perusahaan: Jika diterima bekerja di perkebunan, patuhi prosedur dan aturan perusahaan, termasuk keselamatan kerja dan lingkungan. Selalu patuhi aturan yang ada dan jangan melanggar peraturan yang telah ditetapkan oleh perusahaan perkebunan. Demikianlah panduan mencari pekerjaan di sektor perkebunan. Selamat mencoba!

Keran Ekspor Nahan Baku Minyak Goreng Dibuka, Ini Alasan Presiden !

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk mencabut larangan ekspor bahan baku minyak goreng termasuk CPO mulai Senin (23/5/2022). Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Jokowi di Kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Kamis (19/5) sore. Presiden mengatakan walaupun ada daerah dengan harga realtif tinggi, tapi ia yakin harganya akan lebih terjangkau dalam beberapa pekan, Selain itu Meskipun ekspor dibuka, pemerintah akan tetap mengawasi dan memantau dengan ketat untuk memastikan pasokan tetap terpenuhi dengan harga terjangkau. Presiden Jokowi juga mengucapkan terima kasih kepada para petani sawit atas pengertian dan dukungan terhadap kebijakan pemerintah yang diambil untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas. “Di sisi lain, mengenai dugaan adanya pelanggaran dan penyelewengan dalam distribusi dan produksi minyak goreng, saya telah memerintahkan aparat hukum kita untuk terus melakukan penyelidikan dan memproses hukum para pelakunya. Saya tidak mau ada yang bermain-main yang dampaknya mempersulit rakyat, merugikan rakyat,” tegasnya.

109 Tahun Sawit Indonesia

Hari Sawit Indonesia   Hari Sawit Indonesia diperingati setiap 18 November setiap tahunnya. tanggal ini ditetapkan berdasarkan adanya komersialisasi sawit sebagai komoditas penting di Indonesia yang dimulai sejak 18 November 1911. Penanaman sawit secara komersil pertama di Indonesia ada di Pulu Raja. Saat ini masuk dalam wilayah Kabupaten Asahan yang dimiliki PTPN IV yang dulunya disebut PNP/PTP VI. Pada saat bersamaan, tanaman sawit juga dikembangkan di Sungai Liput yang saat ini dipegang oleh perusahaan swasta yakni Socfindo. Jejak sejarah ini menempatkan Sumatera sebagai wilayah perintis perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Hingga kini kebun-kebun tersebut masih ada dan tumbuh produktif.   Pada tanggal 18 November 2020 yang lalu bertepatan dengan masih adanya pandemi, Peringatan Hari Sawit Indonesia tahun 2020 yang di motori oleh Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) diadakan secara daring melalui aplikasi Zoom. Acara tersebut bertemakan “Sawit Indonesia untuk Kejayaan Bangsa”.   Tentu hal tersebut didukung oleh kenyataan bahwa kelapa sawit telah berkontribusi besar bagi perekonomian Indonesia. Pada acara tersebut Ketua Umum DMSI Derom Bangun mengatakan dalam 8 tahun belakangan ini , selain industri Batu Bara, maka kontributor terbesar yang menopang perekonomian Indonesia adalah Sawit . Industri Sawit ( Perkebunan dan industri hilirnya) menyerap tenaga kerja yang sangat besar dan juga sebagai penyumbang devisa bagi negara yang terbesar , sehingga perlu dijaga eksistensinya.   Pada Tahun 2019 saja nilai ekspor kelapa sawit memberikan kontribusi sekitar 20,5 milyar dollar AS dan di tahun 2020 ini diperkirakan besaran nilai ekspor yang sama juga masih akan dapat diraih. Industri sawit dapat menjadi kebanggaan bagi kita semua, meskipun dalam bidang usaha berbisnis sawit, baik oleh para petani smallholders dan juga perusahaan keadaanya masih belum sepenuhnya kondusif.   Namun secara keseluruhan sektor kelapa sawit sangat optimis. Produktivitasnya yang mencapai 5 sampai 7 kali dari jenis minyak bijian yang lain akan selalu dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan penduduk dunia akan minyak nabati yang terus meningkat. Jenis-jenis produk yang dihasilkan dalam industri oleokimia pun terus berkembang dan akan masih berkembang lagi sesuai dengan hasil penelitian dan teknologi yang semakin maju. Tantangan mengenai isu lingkungan baik deforestasi begitupun isu pelanggaran HAM memang harus diatasi dan diperbaiki dengan pedoman SDG (Sustainable Development Goals) dari PBB dengan mensukseskan ISPO sebagai standar perkebunan sawit yang ada di Indonesia.

Hasilkan Bibit Unggul Dengan Okulasi

Pada masa awal karet diperkenalkan, ternyata masyarakat Indonesia pernah tidak tertarik karena  sudah menanam pohon penghasil getah yang lainnya, yaitu Ficus elastica atau karet kebo. Bahkan, perkebunan karet jenis Ficus elastic tertua di dunia ada di Jawa Barat. Karet (Hevea brasiliensis) adalah salah satu komoditas yang bisa kita banggakan. Indonesia bahkan pernah menjadi negara penghasil karet alam terbesar di Dunia. Meningkatnya permintaan karet  salah satunya karena berkembangnya industri otomotif. Sampai saat ini, karet jenis Hevea Brasiliensis, masih terus ditanam di Indonesia. Negara Indonesia menduduki peringkat kedua penghasil karet di Dunia. Indonesia memiliki jumlah produksi mencapai 2,175 juta metrik ton, di mana menjadi penyumbang 21 persen dari produksi karet alam dunia. Di samping itu, jumlah ladang perkebunan karet di negara ini juga sangat luas yang mencapai 3,5 juta hektare.  Namun petani karet di Indonesia saat ini masih ada yang menggunakan bibit karet cabutan, anakan liar, atau hasil semaian biji dari pohon karet alam yang dibudidayakan sebelumnya. Meskipun demikian, bibit karet unggul sebenarnya sudah dikenal luas oleh petani.Bibit karet unggul dihasilkan dengan teknik okulasi antara batang atas dengan batang bawah yang tumbuh dari biji-biji karet pilihan. Teknik perbanyakan tanaman dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya diantara melalui okulasi tanaman. Okulasi tanaman atau lebih dikenal dengan penempelan mata tunas merupakan teknik perbanyakan yang sudah banyak dilakukan oleh masyarakat karena dapat meningkatkan kualitas tanaman menjadi lebih baik. Berikut merupakan penjelasan mengenai okulasi. Okulasi merupakan salah satu teknik perbanyakan secara vegetatif buatan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu tanaman melalui penempelan sepotong kulit pohon dengan mata tunas dari batang atas yang ditempelkan pada irisan kulit pohon lain dari batang bawah sehingga dapat tumbuh dan bersatu menjadi individu yang baru. Arti batang bagian bawah yang digunakan untuk okulasi diharuskan mempunyai sistem perakarannya yang baik, sedangkan batang bagian atas biasanya dipilih yang memiliki hasil tanaman yang memiliki kualitas baik.  Terdapat dua macam teknik okulasi yang baisa diterapkan yaitu teknik okulasi tradisional dan teknik okulasi hijau. Okulasi disebut juga sebagai salah satu teknik perbaikan kualitas tanaman secara vegetatif buatan. Sama seperti jenis perbanyakan vegetatif buatan lainnya, okulasi dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh bibit tanaman yang berkualitas baik. Jika dibandingkan dengan hasil tanaman melalui dari teknik perbanyakan cangkok dan stek, tanaman okulasi memiliki kualitas yang lebih baik dikarenakan okulasi dapat menggabungkan 2 sifat unggul dari masing-masing bagian tanaman asalnya yang berupa sifat unggul dari batang bawah seperti sistem perakaran yang kuat dan sifat unggul dari tanaman entres  yang dapat berupa hasil buah yang lebat. Teknik okulasi biasanya dilakukan dengan menggabungkan tanaman-tanaman yang masih dalam satu spesies. Okulasi yang dilakukan antar tanaman dengan spesies berbeda jarang dilakukan karena memiliki tingkat keberhasilannya sangat rendah karena perbedaan sifat fisiologis dari masing-masing spesies dapat menghambat penyatuan batang atas dan batang bawah. Adapun untuk kegunaan dalam okulasi ini, antara lain adalah  dapat menyebabkan proses perkembangbiakan menjadi lebih cepat karena faktor umur tanaman induk dan sifat induk yang unggul dan memiliki pertumbuhan yang cepat. Okulasi merupakan salah satu teknik perbanyakan vegetatif  yang dapat meningkatkan produktivitas tanaman karena didukung oleh bibit atau induk tanaman yang memiliki sifat unggul dan memiliki produksi tinggi. Hal tersebut yang mendorong peningkatan produktivitas dan mutu tanaman hasil okulasi sehingga teknik ini lebih menguntungkan. Hasil tanaman yang diperbanyak dengan okulasi memiliki sifat yang seragam. Hal ini dikarenakan okulasi merupakan perkembangbiakan secara vegetatif tanpa melalui proses peleburan dua gamet yang berarti satu induk tumbuhan dapat memperbanyak diri dan menghasilkan keturunan yang memiliki sifat identik dengan induknya. Hal tersebut yang menjadikan hasil tanamannya menjadi seragam.